Karakteristik Peserta Didik
Nama : Rahmat Putra (11901194)
Kelas : PAI 4/H
Makul : Magang 1
A. Pengertian Karakteristik Peserta Didik
Seorang guru dalam proses perencanaan belajar harus memahami terlebih dahulu mengenai karakteristik dan juga kemampuan awal peserta didik. Yang mana Analisis kemampuan awal peserta didik adalah kegiatan meneliti peserta didik dari perubahan perilaku atau tujuan materi. Karakteristik peserta didik di artikan sebagai ciri dari kualitas seorang peserta didik yang ada pada umumnya yang meliputi kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, keterampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama serta kemampuan sosial.
Suatu proses belajar mengajar akan berlangsung secara efktif atau tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman karakteristik pendidik tentang karakteristik yang dimiliki oleh peserta didiknya. Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar peserta didik yang akan di capai dan juga aktivitas yang perlu dilakukan. Atas dasar ini maka karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan pendidik dalam melakukan semua aktivitas belajar. Karakteristik peserta didik meliputi; etnik, kultural, status sosial, minat, emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral, perkembangan kognitif, kemampuan awal haya belajar, motivasi, perkembangan moral dan spiritual serta perkembangan motoric. Berikut ini adalah gambaran mengenai ragam karakteristik peserta didik tersebut:
1. Etnik
Negara Indonesia adalah negara yang wilayahnya luas dan kaya akan etniknya. Tetapi berkat perkembangan alat transportasi yang semakin modern, maka seolah tidak ada batas antar daerah/suku dan tidak ada kesulitan menuju daerah lain untuk bersekolah, sehingga dalam sekolah sekolah dan kelas tertentu terdapat banyak etnik/suku bangsa, seperti dalam satu kelas terkadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa, Melayu, Dayak, Madura, Minang.
2. Kultur
Meskipun bangsa Indonesia sudah memiliki Jargon sumpah pemuda yang mengakui bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa yang satu bangsa Indonesia dan menjujung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Tetapi tetap saja peserta didik kita sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu yang sudah tentu menjadi pendukung budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat sangatlah beragam seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan dan adat istiadat. Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya tertentu yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi yaitu kelas multikultural.
3. Status Sosial
Manusia diciptakan oleh Tuuhan Yang Maha Esa dengan diberi rezeki seperti pekrjaan, kesehatan, kekayaan dan penghasilan yang berbeda-beda. Nah kemudian kondisi yang seperti ini juga melatar belakangi peserta didik yang ada pada suatu kelas atau sekolah. Peserta didik dalam suatu kelas biasanya berasal dari status sosial yang tentunya berbeda-beda dan juga ekonomi oang tua yang bebrbeda-beda pula. Dilihat didalam suatu kelas terdapat orang tuanya yang seorang wira Usaha, pegawai negeri, pedangan, petani, dan juga mungkin seorang buruh kasar. Dan ketika dilihat dari jabatan mungkin ada yang orang tuanya adalah pejabat atau bahkan presiden, menteri, gubernur,bupati camat, kepala Desa, kepala kantor atau CEO dan ketua RT. Selain itu juga ada peserta didik yang dari ekonomi sangat mampu, mampu, kurang mampu, dan ada juga yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.
Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran bersama-sama di dalam suatu kelas. Perbedaan ini seharusnya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses belajar mengajar, namun tidak dapat di pungkiri terkadang dijumpai status sosial yang ekonomi ini yang menjadi pengahambat peserata didik dalam belajar secara kelompok. Praktik dalam kegiatan ini pendidik diharapkan untuk bertindak adil dan tidak diskriminatif.
4. Minat
Minat dapat diartikan suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. Atas hal terseut sebenarnya minat seseorang khususnya minat belajar peserta didik yang memegang peran paling penting, sehingga perlu untuk selalu ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki oleh peserta didik tersebut.
Komentar
Posting Komentar